Menjaga Cita Rasa Legendaris Jenang dan Wingko Bu Hartini Di Wonogiri Yang Bertahan Hingga Saat Ini.
WONOGIRI, (gosifo.id) - Di tengah
berkembangnya berbagai makanan modern, makanan tradisional masih menjadi bagian
penting dari kuliner masyarakat. Salah satunya adalah Jenang dan Wingko Bu
Hartini yang berada di Godang, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Usaha milik
Ibu Hartini ini telah berjalan sejak tahun 1980 dan tetap mempertahankan produk
serta cita rasa tradisional hingga saat ini.
Jenang dan wingko menjadi produk utama yang dihasilkan oleh usaha tersebut. Dalam proses pembuatannya, Ibu Hartini menggunakan bahan seperti tepung ketan, tepung beras, gula Jawa, dan kelapa pilihan. Bahan-bahan tersebut diolah dengan cara tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Proses tersebut dilakukan dengan teliti agar kualitas dan cita rasa produk tetap terjaga.
Jenang
yang dihasilkan memiliki rasa manis dan legit dengan tekstur yang khas,
sedangkan wingko memiliki cita rasa gurih serta aroma kelapa yang menjadi salah
satu cirinya. Penggunaan bahan yang dipilih dan resep tradisional membuat kedua
produk tersebut memiliki cita rasa yang tetap dipertahankan sejak usaha ini
berdiri. Meskipun proses pembuatannya membutuhkan waktu dan tenaga, cara
tradisional tetap digunakan untuk menjaga kualitas produk.
Dalam
menjalankan usahanya, Ibu Hartini juga menghadapi beberapa kendala, terutama
dalam memperoleh beras ketan berkualitas yang terkadang sulit didapatkan.
Kenaikan harga bahan baku juga dapat meningkatkan biaya produksi dan
memengaruhi harga jual. Selain itu, proses pembuatan secara tradisional
membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga yang tidak sedikit. Namun,
berbagai kendala tersebut tidak menghilangkan komitmen untuk mempertahankan
kualitas dan cita rasa khas produk.
Selama puluhan tahun, Jenang dan Wingko Bu Hartini tidak hanya menjadi usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan makanan tradisional di Wonogiri. Dengan mempertahankan resep, bahan, dan cara pengolahan tradisional, Ibu Hartini terus menjaga agar jenang dan wingko tetap dikenal dan dinikmati masyarakat. Keberadaan usaha yang telah berjalan sejak 1980 ini menjadi salah satu contoh bahwa kuliner tradisional masih dapat bertahan di tengah perubahan zaman.
Penulis: Kurniawan Ari Wibisono
Editor : Red