Beranda Berita Terkini Menjaga Cita Rasa Legendaris Jenang dan Wingko Bu Hartini Di Wonogiri Yang Bertahan Hingga Saat Ini.

Menjaga Cita Rasa Legendaris Jenang dan Wingko Bu Hartini Di Wonogiri Yang Bertahan Hingga Saat Ini.

gosifo.id 16 September 2026 10x dibaca
Menjaga Cita Rasa Legendaris Jenang dan Wingko Bu Hartini Di Wonogiri Yang Bertahan Hingga Saat Ini.
"Jenang dan Wingko Bu Hartini merupakan usaha makanan tradisional milik Ibu Hartini yang telah berjalan sejak tahun 1980 di Godang, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Usaha ini menghasilkan jenang dan wingko yang dibuat menggunakan tepung ketan, tepung beras, gula Jawa, dan kelapa pilihan dengan khas rasa yang tidak berubah"

WONOGIRI, (gosifo.id) - Di tengah berkembangnya berbagai makanan modern, makanan tradisional masih menjadi bagian penting dari kuliner masyarakat. Salah satunya adalah Jenang dan Wingko Bu Hartini yang berada di Godang, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Usaha milik Ibu Hartini ini telah berjalan sejak tahun 1980 dan tetap mempertahankan produk serta cita rasa tradisional hingga saat ini.

Jenang dan wingko menjadi produk utama yang dihasilkan oleh usaha tersebut. Dalam proses pembuatannya, Ibu Hartini menggunakan bahan seperti tepung ketan, tepung beras, gula Jawa, dan kelapa pilihan. Bahan-bahan tersebut diolah dengan cara tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Proses tersebut dilakukan dengan teliti agar kualitas dan cita rasa produk tetap terjaga.

Jenang yang dihasilkan memiliki rasa manis dan legit dengan tekstur yang khas, sedangkan wingko memiliki cita rasa gurih serta aroma kelapa yang menjadi salah satu cirinya. Penggunaan bahan yang dipilih dan resep tradisional membuat kedua produk tersebut memiliki cita rasa yang tetap dipertahankan sejak usaha ini berdiri. Meskipun proses pembuatannya membutuhkan waktu dan tenaga, cara tradisional tetap digunakan untuk menjaga kualitas produk.

Dalam menjalankan usahanya, Ibu Hartini juga menghadapi beberapa kendala, terutama dalam memperoleh beras ketan berkualitas yang terkadang sulit didapatkan. Kenaikan harga bahan baku juga dapat meningkatkan biaya produksi dan memengaruhi harga jual. Selain itu, proses pembuatan secara tradisional membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga yang tidak sedikit. Namun, berbagai kendala tersebut tidak menghilangkan komitmen untuk mempertahankan kualitas dan cita rasa khas produk.

Selama puluhan tahun, Jenang dan Wingko Bu Hartini tidak hanya menjadi usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan makanan tradisional di Wonogiri. Dengan mempertahankan resep, bahan, dan cara pengolahan tradisional, Ibu Hartini terus menjaga agar jenang dan wingko tetap dikenal dan dinikmati masyarakat. Keberadaan usaha yang telah berjalan sejak 1980 ini menjadi salah satu contoh bahwa kuliner tradisional masih dapat bertahan di tengah perubahan zaman.

Penulis: Kurniawan Ari Wibisono

Editor  : Red

Bagikan Berita Ini:

Berita Terkait Lainnya