Beranda Berita Terkini Tempe Kripik Gajah Mungkur Asli Wonogiri, Camilan Tradisional yang Terus Bertahan dan Berkembang

Tempe Kripik Gajah Mungkur Asli Wonogiri, Camilan Tradisional yang Terus Bertahan dan Berkembang

gosifo.id 04 September 2026 31x dibaca
Tempe Kripik Gajah Mungkur Asli Wonogiri, Camilan Tradisional yang Terus Bertahan dan Berkembang
"Tempe Kripik Gajah Mungkur Wonogiri merupakan Usaha Mikro yang dikelola oleh Ibu Fitri dan telah berdiri sejak 1999 di Wonogiri. Usaha ini bergerak di bidang produksi makanan ringan tradisional dengan produk berupa keripik tempe, keripik benguk, dan keripik koro. Modal awal usaha berasal dari dana pribadi dan dukungan keluarga, sedangkan pengembangan usaha dilakukan secara bertahap melalui pemanfaatan keuntungan penjualan. Proses produksi dilakukan dengan memperhatikan pemilihan bahan baku, kebersihan, dan kualitas produk. Pemasaran dilakukan melalui penjualan langsung serta bantuan reseller yang memanfaatkan media sosial dan marketplace."

WONOGIRI, (gosifo.id) – Tempe Kripik Gajah Mungkur Wonogiri merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh Ibu Fitri dan telah berdiri sejak 1999. Usaha tersebut bergerak di bidang produksi makanan ringan tradisional dengan produk utama berupa keripik tempe, keripik benguk, dan keripik koro. Produk dipasarkan kepada masyarakat sekitar, toko oleh-oleh, pedagang grosir, minimarket, serta konsumen dari berbagai daerah.

Usaha ini pada awalnya menggunakan modal pribadi dan dukungan keluarga. Pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan sebagian keuntungan hasil penjualan sebagai tambahan modal. Modal tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti pembelian bahan baku, minyak goreng, tepung, bumbu, kemasan, tenaga kerja, dan biaya distribusi.

Dalam proses produksi, bahan baku berupa tempe, benguk, dan koro terlebih dahulu diseleksi untuk memastikan kualitasnya. Tahapan produksi meliputi pengolahan bahan, pengirisan tempe, pencampuran dengan adonan tepung berbumbu, penggorengan, penirisan minyak, pendinginan, hingga pengemasan. Pengendalian kualitas dilakukan sejak pemilihan bahan baku sampai produk siap dipasarkan.

“Kualitas produk menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam menjalankan usaha, mulai dari pemilihan bahan baku sampai proses pengemasan,” ujar Ibu Fitri selaku pengelola Tempe Kripik Gajah Mungkur Wonogiri.

Dalam pemasaran, pemilik usaha lebih banyak mengandalkan penjualan langsung dan bantuan reseller. Reseller memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp Business, dan marketplace untuk mempromosikan produk. Selain itu, lokasi usaha telah didaftarkan di Google Maps untuk memudahkan konsumen menemukan tempat usaha.

Pendapatan usaha tidak selalu mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh kondisi pasar, daya beli masyarakat, dan musim tertentu. Permintaan biasanya mengalami peningkatan pada hari-hari besar dan musim liburan. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi perubahan harga bahan baku, kenaikan harga minyak goreng, perbedaan kualitas bahan dari pemasok, dan persaingan dengan produk sejenis.

Ibu Fitri juga pernah mengikuti pelatihan dan pembinaan mengenai pengembangan UMKM, pemasaran digital, legalitas usaha, keamanan pangan, dan peningkatan kualitas produk dari pemerintah setempat.

“Ke depan, kami ingin meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, menambah variasi rasa, memperbaiki kemasan, dan memanfaatkan teknologi digital agar produk dapat dikenal lebih luas,” kata Ibu Fitri.

Tempe Kripik Gajah Mungkur Wonogiri saat ini terus menjalankan produksi keripik tempe, keripik benguk, dan keripik koro. Pengembangan usaha diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk dan kemasan, serta perluasan jaringan pemasaran. Dukungan pihak terkait diharapkan dapat membantu usaha tersebut dengan  memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk di tingkat regional maupun nasional.


Penulis : Kurniawan Ari Wibisono 

Editor : Red

Bagikan Berita Ini:

Berita Terkait Lainnya