Tempe Kripik Gajah Mungkur Asli Wonogiri, Camilan Tradisional yang Terus Bertahan dan Berkembang
WONOGIRI, (gosifo.id) – Tempe Kripik Gajah Mungkur Wonogiri merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh Ibu Fitri dan telah berdiri sejak 1999. Usaha tersebut bergerak di bidang produksi makanan ringan tradisional dengan produk utama berupa keripik tempe, keripik benguk, dan keripik koro. Produk dipasarkan kepada masyarakat sekitar, toko oleh-oleh, pedagang grosir, minimarket, serta konsumen dari berbagai daerah.
Usaha ini pada awalnya menggunakan modal pribadi dan dukungan keluarga. Pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan sebagian keuntungan hasil penjualan sebagai tambahan modal. Modal tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti pembelian bahan baku, minyak goreng, tepung, bumbu, kemasan, tenaga kerja, dan biaya distribusi.
Dalam proses produksi, bahan baku
berupa tempe, benguk, dan koro terlebih dahulu diseleksi untuk memastikan
kualitasnya. Tahapan produksi meliputi pengolahan bahan, pengirisan tempe,
pencampuran dengan adonan tepung berbumbu, penggorengan, penirisan minyak,
pendinginan, hingga pengemasan. Pengendalian kualitas dilakukan sejak pemilihan
bahan baku sampai produk siap dipasarkan.
“Kualitas produk menjadi salah satu
hal yang diperhatikan dalam menjalankan usaha, mulai dari pemilihan bahan baku
sampai proses pengemasan,” ujar Ibu Fitri selaku pengelola Tempe Kripik Gajah
Mungkur Wonogiri.
Dalam pemasaran, pemilik usaha
lebih banyak mengandalkan penjualan langsung dan bantuan reseller. Reseller
memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp Business, dan
marketplace untuk mempromosikan produk. Selain itu, lokasi usaha telah
didaftarkan di Google Maps untuk memudahkan konsumen menemukan tempat usaha.
Pendapatan usaha tidak selalu
mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh kondisi pasar, daya beli
masyarakat, dan musim tertentu. Permintaan biasanya mengalami peningkatan pada
hari-hari besar dan musim liburan. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi
perubahan harga bahan baku, kenaikan harga minyak goreng, perbedaan kualitas
bahan dari pemasok, dan persaingan dengan produk sejenis.
Ibu Fitri juga pernah mengikuti
pelatihan dan pembinaan mengenai pengembangan UMKM, pemasaran digital,
legalitas usaha, keamanan pangan, dan peningkatan kualitas produk dari pemerintah setempat.
“Ke depan, kami ingin meningkatkan
kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, menambah variasi rasa,
memperbaiki kemasan, dan memanfaatkan teknologi digital agar produk dapat
dikenal lebih luas,” kata Ibu Fitri.
Tempe Kripik Gajah Mungkur Wonogiri saat ini terus menjalankan produksi keripik tempe, keripik benguk, dan keripik koro. Pengembangan usaha diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk dan kemasan, serta perluasan jaringan pemasaran. Dukungan pihak terkait diharapkan dapat membantu usaha tersebut dengan memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk di tingkat regional maupun nasional.
Penulis : Kurniawan Ari Wibisono
Editor : Red